Selasa, 09 Agustus 2016

KERAJINAN TANGAN SEBAGAI POTENSI DAERAH BLITAR

KERAJINAN TANGAN SEBAGAI POTENSI DAERAH BLITAR

Indonesia termasuk dalam kategori negara yang masih berkembang. Sebagai negara berkembang, Indonesia dalam pembangunannya masih mengandalkan penerimaan negara dari sektor pajak. Dari RAPBN 2015 dengan total pendapatan dalam negeri sebesar 1.846,1 T, sektor pajak menyumbang 1.565,8 T atau lebih dari 60% dari total pendapatan. Sektor pajak yang mendominasi menandakan pendapatan negara Indonesia bergantung pada masyarakatnya. Semakin besar penghasilan masyarakat Indonesia maka semakin besar pula penerimaan sektor pajak. Ketergantungan negara terhadap pajak tidak di Imbangi dengan tingkat pendapatan masyarakat. Berdasarkan data tahun 2014 sekitar 40% total penduduk berpenghasilan kelas bawah. Masih rendahnya pendapatan masyarakat ini akan semakin memberatkan mereka jika harus dibebani dengan pajak yang besar sebagai penunjang utama pendapatan negara. Oleh karena itu kedepan negara harus bisa memaksimalkan  penerimaan dari sektor lain.
Dalam upaya mewujudkan hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi di setiap daerah. Mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam memungkinkan setiap daerah memiliki potensi sendiri-sendiri. Begitu juga dengan daerah saya (Blitar) memiliki beberapa potensi daerah yang perlu dimaksimalkan lagi. Salah satu potensi di Blitar yaitu mengenai kerajinan tangannya. Banyak jenis kerajinan tangan yang di hasilkan oleh rumah-rumah industri di Blitar mulai dari kendang jawa, mainan anak, tas dari batok kelapa dan masih banyak lagi. Adapun sentra dari kerajinan tangan Kota Blitar berada di wilayah Santren Desa Tanggung Kec. Kepanjen Kidul yang terkenal dengan kendang jawanya.
Kualitas kerajinan tangan dari desa Tanggung ini sudah diakui oleh pasar luas. Bahkan beberapa negara asing juga sudah sampai mengimpor seperti Afrika yang pernah mengimpor Jimbe. Meskipun kualitasnya sudah diakui, tetapi sampai hari ini potensi kerajinan tangan di Blitar masih belum bisa dimaksimalkan. Banyak faktor yang menjadi kendalan-kendala dalam mengembangkan industri kreatif ini. Mulai dari rendahnya kualitas pendidikan SDM yang menyebabkan kesulitan dalam melakukan inovasi produk baru sampai rendahnya kualitas infrastruktur penunjang.
Infrastruktur penunjang yang di butuhkan untuk memajukan potensi kerajinan tangan di Blitar seperti rumah pameran produk atau showroom. Jika selama ini showroom identik dengan pameran motor maupun mobil, maka saat ini pembuatan rumah pameran untuk hasil kerajinan juga di butuhkan. Rumah pameran kerajinan ini tentunya bertujuan untuk mengenalkan produk-produk hasil kepada masyarakat luas. Tidak bisa dipungkiri bahwa publikasi saat ini menjadi penunjang meningkatkan penjualan produk kerajinan. Semakin menarik model publikasi akan membuat masyarakat semakin berminat membelinya. Tetapi sampai saat ini fasilitas-fasilitas tempat pameran produk belum begitu banyak. Maka dari itu perlu ada perhatian khusus dari pemerintah untuk menyediakan fasilitas tersebut agar potensi daerah yang ada bisa dimaksimalkan. Karena jika penyediaan rumah pameran ditanggungkan pada pelaku industri sangat tidak mungkin. Terlebih masalah modal juga sering menjadi penghambat pelaku industri dalam mengembangkan usahanya.




www.kemenkue.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar